Sony Akui Strategi Live Service Belum Sempurna, Bungie Makin Terintegrasi
Sony CFO Lin Tao mengakui strategi game live service belum mulus. Game seperti Concord dan Marathon jadi pelajaran.
Baru-baru ini, Sony mengakui bahwa strategi mereka dalam mengembangkan game layanan langsung (live service) masih belum berjalan mulus. Pengakuan ini datang langsung dari CFO Sony, Lin Tao, dalam sesi tanya jawab investor terkait pendapatan Q1 2025 mereka.
Pelajaran dari Concord dan Marathon
Lin Tao menyebut bahwa game seperti Concord dan Marathon telah memberikan pelajaran penting bagi Sony. Concord, yang sayangnya ditutup hanya dua minggu setelah peluncurannya karena penjualan dan engagement pemain yang rendah, menjadi contoh nyata tantangan dalam genre ini. Bahkan, Firewalk Studios, pengembang Concord, juga ditutup sebagai bagian dari keputusan tersebut.
Penundaan perilisan game Marathon juga menjadi sorotan. Meskipun Sony masih memiliki keyakinan pada game ini dan tidak berencana membatalkannya, penundaan tersebut memicu perubahan signifikan di Bungie, studio pengembangnya.
Bungie Kini Lebih Terintegrasi dengan PlayStation Studios
Lin Tao menjelaskan bahwa saat akuisisi, Bungie diberikan lingkungan yang sangat independen. Namun, setelah reformasi struktural tahun lalu, kemandirian tersebut mulai berkurang. "Bungie kini beralih ke peran yang menjadi bagian lebih dari PlayStation Studios," kata Tao. Ini mengisyaratkan adanya kontrol yang lebih besar dari Sony terhadap Bungie, mungkin terinspirasi oleh siklus pengembangan Marathon yang panjang.
Tujuannya adalah menjadikan PlayStation Studios sebagai unit yang lebih kohesif, dengan pengawasan Sony terhadap semua studio yang dimilikinya. Ini berbeda dari model sebelumnya di mana studio beroperasi secara mandiri yang terkadang bisa membawa proyek ke arah yang kurang tepat.
Ambisi Live Service Sony di Masa Depan
Meski menghadapi beberapa kendala, Tao mencatat bahwa game live service hampir tidak ada di PlayStation Studios lima tahun lalu. Saat ini, Sony telah memiliki beberapa game live service yang sukses dan stabil dalam berkontribusi pada penjualan dan keuntungan, seperti Helldivers 2, MLB The Show, Gran Turismo 7, dan Destiny 2 dari Bungie.
"Dalam hal transformasi, memang tidak sepenuhnya berjalan mulus, tetapi dari perspektif jangka panjang, jika Anda melihat perubahan selama lima tahun, jelas ada perubahan," kata Tao.
Sony mengakui masih banyak masalah yang harus diselesaikan, dan mereka bertekad untuk belajar dari kesalahan. Tujuannya adalah memperkenalkan konten live service yang lebih efisien dan berjalan lebih lancar di masa depan. Dengan rencana yang masih terus berkembang dan status Marathon yang masih dinanti, kita kemungkinan akan melihat banyak perubahan lebih lanjut dalam strategi Sony di bulan dan tahun mendatang.
Komentar
Login untuk meninggalkan komentar.