Mengapa Ubisoft Batalkan Assassin's Creed 'Project Scarlet' Pasca-Perang Saudara Amerika?
Terungkap alasan Ubisoft membatalkan game AC 'Project Scarlet' yang berlatar Pasca-Perang Saudara Amerika dan menampilkan protagonis kulit hitam.
Kabar mengejutkan datang dari dunia Assassin's Creed. Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa Ubisoft telah membatalkan pengembangan game Assassin’s Creed baru yang berlatar Pasca-Perang Saudara Amerika Serikat. Game ini, yang secara internal dikenal sebagai Project Scarlet, dilaporkan memiliki konsep yang berani namun akhirnya harus dihentikan.
Apa Itu Assassin’s Creed: Project Scarlet?
Menurut laporan dari Game File, yang dikuatkan oleh Insider Gaming, Project Scarlet akan membawa franchise Assassin’s Creed ke era Rekonstruksi Amerika pada tahun 1860-an dan 1870-an, tepat setelah Perang Saudara Amerika. Pemain akan berperan sebagai seorang pria kulit hitam yang sebelumnya diperbudak di wilayah Selatan.
Setelah mencari kehidupan baru di barat, sang protagonis direkrut oleh para Assassin dan kembali ke Amerika Selatan untuk memperjuangkan keadilan. Salah satu misi utamanya adalah menghadapi kebangkitan kelompok rasis Ku Klux Klan. Konsep ini tentu sangat menarik dan memiliki potensi cerita yang mendalam.
Alasan Pembatalan: Terlalu Politis?
Pembatalan Project Scarlet dilaporkan terjadi pada Juli 2024. Tiga sumber yang berbicara kepada Game File mengungkapkan bahwa game ini dihentikan oleh manajemen Ubisoft di Paris karena dua alasan utama:
Sumber lain menambahkan bahwa kepemimpinan Ubisoft semakin cenderung mengambil keputusan yang “mempertahankan ‘status quo’ politik dan tidak mengambil sikap, tidak mengambil risiko, bahkan kreatif.” Kekhawatiran terkait iklim politik di AS dan potensi reaksi negatif seperti yang terjadi pada karakter Yasuke di game Assassin’s Creed Red, disebut-sebut menjadi faktor penting.
Beberapa pihak internal mengaku antusias namun juga frustrasi dengan pembatalan ini, menganggapnya sebagai bentuk Ubisoft yang tunduk pada kontroversi.
Detail Pengembangan yang Terungkap
Insider Gaming menambahkan bahwa Project Scarlet direncanakan menjadi game RPG berikutnya dalam franchise Assassin’s Creed dan seharusnya rilis pada Oktober 2027. Game ini sedang dalam pengembangan di Ubisoft Quebec, studio yang dikenal lewat Assassin’s Creed Syndicate dan Assassin’s Creed Odyssey. Proyek ini dipimpin oleh sutradara Scott Philips.
Meskipun satu proyek dibatalkan, waralaba Assassin’s Creed tetap aktif. Pada Mei 2025, Insider Gaming melaporkan bahwa Ubisoft sedang mempersiapkan sembilan game Assassin’s Creed lainnya untuk enam tahun ke depan, menunjukkan komitmen mereka terhadap franchise ini.
Pembatalan Project Scarlet tentu menjadi berita yang mengecewakan bagi banyak penggemar yang berharap melihat cerita segar dan berani dari Assassin’s Creed. Keputusan Ubisoft ini menyoroti tantangan yang dihadapi pengembang saat mencoba menghadirkan narasi yang relevan secara sosial namun juga harus berhadapan dengan sensitivitas politik. Bagaimana menurut kalian tentang keputusan Ubisoft ini?
Komentar
Login untuk meninggalkan komentar.