Game Plagiat di PS5 Makin Berani? Anime Village Online Mirip Banget Animal Crossing!
Game PS5 Anime Village Online dan Rooted: Survival dituduh plagiat Animal Crossing serta The Last of Us. Haruskah game tiruan ini ada di PS Store?
Pernahkah kalian bertanya-tanya seberapa jauh sebuah game bisa meniru judul lain sebelum dianggap sebagai plagiat? Sepertinya, batas itu semakin kabur di PlayStation Store, terutama dengan munculnya game-game yang terang-terangan menjiplak formula kesuksesan dari game ternama.
Mengenal Anime Village Online: Kloningan Animal Crossing yang 'Kebablasan'
Ambil contoh Anime Village Online, sebuah game yang kini bisa kalian wishlist di PS Store dengan target rilis tahun 2027. Dari tampilan awal hingga deskripsinya, game ini membuat banyak orang geleng-geleng kepala karena kemiripannya dengan Animal Crossing: New Horizons.
Deskripsi dari studionya berbunyi:
"Selamat datang di Anime Village Online, game simulasi kehidupan yang nyaman di mana Anda dapat menciptakan desa impian Anda, mendekorasi rumah Anda, dan menikmati dunia yang damai â semuanya sambil bermain solo atau bersama teman secara online."
Jika itu belum cukup, halaman wishlist-nya juga menyebutkan fitur "mendesain dan memperluas rumah Anda yang menawan, membuat furnitur, menanam tanaman, memancing, dan mendekorasi lingkungan Anda". Bahkan, di luar ruangan, kalian bisa "berkeliling hutan yang indah, sungai, pantai, dan jalur tersembunyi. Temukan sumber daya, temui NPC penduduk desa, dan buka item serta area baru saat Anda bermain." Kedengarannya familiar, bukan? Ini adalah formula Animal Crossing yang sangat sukses, namun tanpa sentuhan orisinalitas.
Beberapa upaya lain untuk menghadirkan pengalaman mirip Animal Crossing ke PS5, seperti Floatopia dan Hello Kitty Island Adventure, setidaknya memiliki ciri khas dan gaya seni mereka sendiri. Anime Village Online justru terasa seperti tiruan langsung, seolah hanya mengganti karakter dan nama.
Tidak Hanya Satu: Publisher yang Sama Juga Bikin Kloningan The Last of Us?
Yang lebih mengejutkan, Wisnu Sudirman, penerbit yang terdaftar untuk Anime Village Online, juga terlibat dalam penerbitan game lain bernama Rooted: Survival. Game ini terang-terangan terlihat seperti salinan dari game survival populer, The Last of Us.
Untuk mengelak dari tuduhan plagiat, halaman wishlist Rooted: Survival bahkan menyertakan pesan:
"Semua judul game, merek, karakter, dan elemen visual yang direferensikan adalah milik dari pemiliknya masing-masing. Setiap kemiripan murni dimaksudkan sebagai penghormatan atau satir untuk tujuan hiburan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan."
Klaim "homage atau satir" ini tentu saja memicu perdebatan di kalangan gamer.
Kontroversi dan Pertanyaan untuk PlayStation Store
Fenomena game plagiat ini memunculkan pertanyaan besar tentang standar kualitas dan orisinalitas di platform seperti PS Store. Apakah adil bagi game-game seperti ini untuk mengisi etalase digital, berpotensi menyesatkan pemain yang mencari pengalaman gaming berkualitas?
Bagi para gamer, tentu harapan adalah mendapatkan game yang inovatif dan orisinal, bukan sekadar tiruan yang dibuat dengan "usaha" minimal. Ini bukan hanya tentang hak cipta, tetapi juga tentang kepercayaan konsumen dan integritas platform.
Bagaimana menurut kalian, apakah game-game semacam ini pantas berada di PlayStation Store? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar!
Komentar
Login untuk meninggalkan komentar.